oleh

Wow..!!! Diduga Korupsi Miliaran Rupiah Adrian Coreng Dinas Pemdes Kerinci

Ruslan, ketua umum LSM Cakrawala Nusantara

KERINCI-Terkait dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di lingkup Dinas Pemdes Kabupaten Kerinci, pada pelaksanaan BIMTEK T.A 2017 yang dilakukan oleh Kades dan Ketua PKK sekabupaten Kerinci, yang mana Adrian, Selaku Kabid Pemdes diduga telah melakukan dugaan Korupsi yg nilainya sangat fantastis hingga Miliaran Rupiah yang dananya bersumber dari Dana Desa T.A 2017.

Berdasarkan surat dari lembaga pendamping bahwa biaya 1 peserta pelaksanaan bimtek adalah sebesar 5,5 juta rupiah. Sementara menurut keterangan dan pengakuan dari Kepala desa mereka dibebankan biaya sebesar Rp.9.200.000,(sebilan juta dua ratus ribu rupiah). Ungkap Ruslan, ketua umum LSM Cakrawala Nusantara.

Lebih lanjut Ruslan menjelaskan bahwa permasalahan ini sudah pernah dilakukan Audensi dengan pihak Pemdes Kerinci pada tanggal 5 januari 2018 dan saudara Adrian, tetap membantah dan bersikukuh bahwa ia hanya membebankan biaya sesuai dengan surat kerjasama dengan lembaga pendamping.

Baca Juga:  MOTO GP Mandalika Terancam Batal, PB HMI : Dorna Tidak Usah Ancam Indonesia

“Saya mengutuk keras atas tindakan yang dilakukan oleh Adrian, seharusnya Dinas Pemdes memberikan contoh yang baik buat kepala desa, bukan malah sebaliknya, bayangkan saja jika 285 kepala desa ditambah 285 ketua PKK yg hadir dikalikan 9 juta dua ratus ribu rupiah nilainya berkisar lima milyar lebih, seharusnya dana yang dikeluarkan untuk peserta bimtek secara keseluruhan adalah lima juta lima ratus ribu rupiah, jika dikalikan 285 kepala desa dan 285 ketua PKK se-kabupaten Kerinci hanya berkisar 3 Milyar lebih, bisa dibayangkan kerugian Negara yang dilakukan oleh Adrian, Kabid pemdes mencapai 2 Milyar lebih”. Ucap Ruslan.

Hasperi, Kadis Pemdes saat dikonfirmasi media ini melalui via sms terkait dengan permasalahan ini, hingga berita ini dipublis tidak mendapat jawaban.

Baca Juga:  Gelar Wisuda Ke 18, STIE-SAK Sukses Ciptakan Ratusan Sarjana Ekonomi

Terkait dengan permasalahan ini Ruslan, ketua LSM Cakrawala sudah melaporkan ke kejari Sungaipenuh. (Dhy)



BAGIKAN :

Berita Terkait