Diundang Ombudsman Bahas Kondisi RSU MHAT, Bupati Kerinci Malah Tidak Hadir

Explorenews.net -Ombudsman perwakilan Jambi, Rabu (9/10) kemarin, memanggil Bupati Kerinci, DPRD Kerinci, Dirut RSUD Rumah Sakit Umum Mayjend HA Thalib (MHAT), dan BPJS. Undangan ini disampaikan, untuk membahas kondisi di Rumah Sakit Umum Mayjend HA Thalib (MHAT) Kerinci, yang saat ini sangat memprihatinkan karena krisis keuangan.

Namun sayangnya, yang hadir memenuhi undangan tersebut, hanya Kepala Cabang BPJS Bungo, dan direktur RSUD MHAT Kerinci saja, sementara Bupati Kerinci dan DPRD tidak hadir.

“Menurut saya, yang paling penting hadir itu adalah Bupati Kerinci dan DPRD, namun sayang mereka tidak hadir,” kata Jafar Ahmad, Kepala Ombudsman Jambi ke Gatra.com, Jumat (11/10).

Jafar mengatakan, menurutnya rumah sakit harus segera memiliki uang. Skemanya bisa macam-macam. Salah satunya adalah peminjaman di beberapa bank “plat merah” yang bunganya tidak akan merugikan rumah sakit.

Baca Juga:  Kepengurusan UMKM Kota Sungai Penuh Masih Meraba raba, Siapa Ketua?

“Sejauh ini, BPJS dan rumah sakit setuju. Kami menunggu minggu depan untuk difollow up oleh rumah sakit. Tapi rumah sakit belum tentu berani meminjam bank, kecuali dizinkan oleh Ownernya (Bupati Kerinci),”Katanya.

Izin itu bisa dalam bentuk peraturan bupati atau bentuk lainnya. “Saya sangat ingin jeritan rumah sakit Kerinci ini didengar langsung oleh empunya-nya (Pemkab Kerinci,red) di tengah sibuk-sibuk menyambut helatan akbar perdana Tour de Singkarak yang akan melintas di Kerinci awal November bulan depan,” ucap Jafar.

Stok obat lanjut Jafar, hanya tersedia 30 persen saja. Sementara yang 70 persen harus dibeli di luar.

“Dalam beberapa kasus yang 70 persen itupun harus diambil di klinik tertentu. Harga tertentu dan sebagian tidak dicover BPJS,”Ungkapnya. (Ade)

BAGIKAN :

Komentar