oleh

Menanti Penantang Fikar-Yos, Siapa?

Explorenews.net – UPAYA melobi partai politik terus dilakukan oleh para kandidat bakal calon Walikota Sungaipenuh. Dari 5 (lima) nama bakal calon, sejauh ini baru Fikar Azami yang telah siap dan mencukupi syarat untuk bertarung pada Pilkada Sungaipenuh tahun 2020.

Iya, setelah mengantongi dukungan dari Partai Demokrat dan Partai Hanura, baru-baru ini Fikar Azami dan Yos Adrino juga telah mendapatkan rekomendasi dari partai Berkarya dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dengan tambahan rekomendasi itu, duet Fikar-Yos telah mengantongi 11 kursi dukungan, dengan rincian Partai Demokrat 6 kursi, Partai Hanura 3 kursi, Partai Berkarya 1 kursi dan PKB 1 kursi.

Saatini, tersisa 14 kursi dari total 25 kursi parpol di DPRD Kota Sungaipenuh yang akan diperebutkan oleh para kandidat bakal calon Walikota Sungaipenuh. 14 kursi tersebut yakni PAN 3 kursi, PPP 3 kursi, Gerindra 2 kursi, PKS 2 kursi, Nasdem 2 kursi, Golkar 1 kursi,  dan PDIP 1 kursi.

Jika melihat syarat minimal untuk mendaftar di KPU sebanyak 5 kursi, maka jumlah 14 kursi itu bisa mendaftarkan 2 pasangan bakal calon lagi setelah pasangan Fikar-Yos. Namun hingga saat ini 7 parpol tersebut secara resmi belum mengeluarkan rekomendasi dukungan. Kini, pertarungan merebut dukungan parpol masih gencar dilakukan oleh para kandidat, yakni Fikar Azami, Zulhemi (Wakil Walikota Sungaipenuh saat ini), Pusri Amsy (mantan Sekda Kota Sungaipenuh, Ahmadi Zubir (Ktua STKIP) Muhammadiyah Kota Sungaipenuh dan dr. Meidrin Joni. Kemana dukungan parpol tersebut akan berlabuh?.

Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Sungaipenuh, Andi Oktavian, kepada penulis mengatakan, hingga saat ini PPP belum mengeluarkan rekomendasi untuk calon Walikota Sungaipenuh. Namun, pihaknya sudah mengajukan 3 nama bakal calon ke DPP PPP di Jakarta. 3 nama tersebut yaitu Zulhelmi, Pusri Amsy dan Ahmadi Zubir. Ketiga kandidat ini.

“Sudah kita ajukan 3 nama, sekarang menunggu dari DPP,” katanya kepada penulis baru-baru ini.

Tak jauh berbeda dengan Andi Oktovian, Ketua DPW PPP Provinsi, Evi Suherman, kepada penulis juga mengakui bahwa pihaknya telah mengajukan nama kandidat bacalon Walikota Sungaipenuh ke DPP PPP. Hanya saja jumlah nama kandidat yang diajukan sebanyak 4 orang. Mereka adalah Zulhelmi, Pusri Amsy, Ahmadi Zubir dan dr Meidrin Joni.

Baca Juga:  KKN di Sungai Penuh, Mahasiswa UNDIP Kampanyekan Ready For New Normal

“Sudah kita ajukan. Kalau arah dukungannya kita belum tau dari 4 nama itu. Ada dr Miedrin, Pusri, Ahmadi Zubir dan Zulhelmi,” ujarnya.

Evi Suherman bahwa, dengan modal 3 kursi di DPRD Sungaipenuh, PPP ingin menjadi parpol pengusung utama. Oleh karena itu, saat ini pihaknya memberikan waktu selama 15 hari kepada para kandidat terhitung dari tanggal 24 Juni, untuk mencari parpol pendukung lainnya sebagai pendamping PPP.

“Makanya kita kasih waktu 15 hari ke depan kepada 4 kandidat ini untuk mencari partai pengusung, baru kita berani memberikan rekomendasi untuk menjadi calon Walikota dan Wakil Walikota Sungaipenuh. Kita sebagai pengusung utama hanya menunggu, artinya dari empat itu siapa yang duluan itu yang kita rekomendasikan,” tegasnya kepada penulis Kamis (25/6/2020) lalu.

Sementara itu, untuk partai PKS hanya dua kandidat yang diperkirakan akan mendapatkan surat rekomendasi, yakni Zulhelmi dan Fikar Azami. Ini ditegaskan oleh Ketua DPW PKS Provinsi Jambi, Rudi Wijaya kepada penulis. Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya juga masih menunggu keputusan dari DPP PKS. Kata Rudi, ada 2 nama kandidat yang diajukan pihaknya, yaitu Zulhemi dan Fikar Azami.

“Kita tunggu saja, nanti setelah ada keputusan akan kita umumkan,” ujarnya singkat.

Bagaimana dengan Partai Nasdem? Seperti diberitakan sejumlah media beberapa waktu yang lalu, Partai Nasdem sudah mengeluarkan persetujuan untuk mengusung salah satu kandidat bakal calon Walikota Sungaipenuh. Meski rekomendasi secara resmi belum keluar, namun Partai Nasdem telah menyetujui untuk mengusung Fikar Azami pada Pilwako Sungaipenuh 2020.

“Itu keputusannya di DPP. Tapi Fikar sudah disetujui. Tinggal menunggu surat rekomendasi resmi dari DPP,” kata Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Jambi, Agus Roni kepada awak media beberapa waktu yang lalu.

Menurut Agus Roni, Pertimbangan Partai Nasdem mengusung Fikar-Azami, lantaran hasil surveynya cukup bagus, ditambah dngan ibunda Fikar juga sebagai Ketua DPD Partai NasDem Sungaipenuh. Sehingga nantinya akan sejalan dengan perjuangan partai. “Itu kan tentu akan sejalan dengan perjuanan partai Nasdem,” katanya lagi.

Baca Juga:  Gerak Cepat, Meski Baru Dilantik, Pjs Kades Semerap Ahmad Azhari Salurkan BLT DD

Tak jauh berbeda dengan Nasdem, dukungan dari PAN sepertinya juga bakal diboyong oleh pasangan Fikar-Yos. Isyarat dukungan itu disampaikan oleh petinggi DPD PAN Kota Sungaipenuh, seperti dikutip penulis dari media kayonews.id. “Sudah. PAN usung Fikar-Yos Adrino,” kata Zulhadri, Sekretaris DPD PAN Kota Sungaipenuh.

Senada, Bendahara DPD PAN Kota Sungaipenuh, Adharianto, juga mengisyaratkan arah dukungan tersebut. Ia mengaku, DPD PAN Kota Sungaipenuh sudah melakukan konsolidasi dengan Yos Adrino, kader PAN yang merupakan pasangan Fikar Azami. “Konsolidasi itu memantapkan bahwa di Pilwako Sungaipenuh PAN bersama dengan parpol lainnya akan berkoalisi mengusung Fikar Azami – Yos Adrino,” ujarnya.

Peluang Fikar-Yos untuk mendapatkan rekomendasi dari PAN memang terbuka lebar ketimbang bacalon lainnya. Pasalnya, jika melihat beberapa Pilkada sebelumnya, PAN selalu memberikan rekomendasi kepada kadernya.

Jika Nasdem dan PAN benar-benar melabuhkan pilihannya kepada Fikar-Yos, maka pasangan bacalon Walikota dan Wakil Walikota Sungaipenuh ini telah mengantongi 16 kursi dukungan. Hanya tersisa 9 kursi lagi yang akan menjadi rebutan bersama para kandidat bacalon. Jumlah ini hanya bisa untuk mendaftarkan 1 pasangan calon saja.

Artinya, kemungkinan besar hanya ada dua skenario yang akan terjadi pada Pilwako Sungaipenuh tahun ini. Skenario pertama yaitu Head to Head. Ini bisa terjadi jika salah satu kandidat selain Fikar-Yos bisa meyakinkan dan meraih rekomendasi dari parpol-parpol tersisa, yakni PPP 3 kursi, Gerindra 2 kursi, PKS 2 kursi, PDIP 1 kursi, dan Golkar 1 kursi.

Sebaliknya, skenario kedua yakni Fikar-Yos akan berlaga dengan kotak kosong yang akan terjadi jika Putra Mahkota dan mantan anggota DPRD Provinsi Jambi ini yang mampu mengalihkan arah dukungan parpol-parpol tersebut.

Kini, perseteruan merebut hati parpol tersebut masih berlangsung sengit di tingkat pusat, bahkan kabarnya beberapa kandidat bacalon sejak beberapa hari terakhir hingga saat ini masih berada di Jakarta guna berburu rekomendasi, semua kemungkinan bisa saja terjadi. Kita nantikan akhir dari perseteruan ini.

Ditulis oleh : Pak Ilham
Editor : Ade Putra

BAGIKAN :

Berita Terkait