Wawako Antos : Antisipasi dan Penurunan Stunting di Sungaipenuh juga Tugas Pemangku Kepentingan

Explorenews.net – Pemerintah Daerah Kota Sungai Penuh studi banding ke Bangko, Kamis, (23/6/2022).

Studi banding Dalam rangka antisipasi dan menurunkan Tingkat Stunting di Kota Sungai Penuh,yang di fasilitasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Sungai Penuh dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Sungai Penuh Alvia Santoni, Sekretaris Dinas MAYA ANARISTA, S.Kom,. MM sebagai sekretariat TPPS Kota Sungai Penuh dan di dampingi oleh Asisten I Pemerintahan serta SKPD terkait Kota Sungai Penuh.

Studi Banding di Kota Bangko Kabupaten Merangin dengan mengangkat Tema ” Implementasi Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2021.

Brdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), angka stunting Kabupaten Merangin turun sebanyak 3,49 persen.

Baca Juga:  Ingat! Vonis Hanya 1 Bulan, 2 Galian C di Kabupaten Kerinci Disegel

Secara khusus Pemkab Merangin menggelar pertemuan publikasi hasil pengukuran pertumbuhan dan perkembangan balita Berbasis EPPGBM 2021 di Kota Bangko, ibukota Kabupaten Merangin di Aula Gedung Depati Payung Merangin.

Sekda Fajarman menyebutkan, berdasarkan data dari Riskesdas 2018, angka stunting di Kabupaten Merangin 35,0 persen. Berdasarkan data dari SGGBI (Studi Status Gizi Balita Indonesia) pada 2019 angka stunting di Kabupaten Merangin menurun 26 persen.
Kemudian pada 2020 kembali terjadi penurunan 7,01 persen.

“Penurunan ini terjadi setelah Kabupaten Merangin mengoptimalkan efektivitas pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara terintegrasi,”ujar Sekda Merangin.

Sementara itu, Wawako Antos, ke media ini menyampaikan, kami berharap kepada seluruh SKPD terkait, seluruh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Sungai Penuh dengan adanya Studi Banding ini dapat mengupayakan peningkatkan penurunan stunting bukan menjadi tugas dan tanggungjawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis rumpun bidang kesehatan saja, tetapi juga merupakan tugas dari berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Wako Ahmadi Buka Secara Resmi Lomba Drumband Tingkat Kota Sungai Penuh

“Pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, lintas OPD dalam pemerintah Kota/ Kabupaten, Pemerintah Desa, pihak Swasta, bahkan Masyarakat
Pengorganisasian merupakan unsur manajemen yang penting untuk memberikan arah, sehingga intervensi penurunan stunting terintegrasi bisa berjalan dengan baik,”harapnya.

BAGIKAN :