Bimtek Kades Jadi Ajang Bisnis Oknum Pejabat Tinggi APDESI Kabupaten Kerinci

Explorenews.net – Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) diikuti oleh pemerintah desa se-kabupaten Kerinci diselenggarakan di Bandung menjadi polemik dan disorot oleh berbagai kalangan, mulai dari kalangan Media hingga masyarakat Kabupaten Kerinci.

Sebab agenda Bimtek yang dianggap penting itu dinilai menghamburkan uang, hingga disenyalir hanyalah pemborosan anggaran serta diduga sebagai ajang bisnis oleh penyelenggara BKAD.

“Penyelenggara BKAD semuanya petinggi APDESI Kabupaten Kerinci, ini diduga Ajang bisnis APDESI Kabupaten Kerinci,”ujar sumber explorenews.net, Rabu (28/6/2022).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Bimbingan Teknis (Bimtek) Kades dan Operator Desa (Sekdes) Se kabupaten kerinci di Bandung diduga jadi tempat ajang petinggi APDESI Kabupaten Kerinci meraup keuntungan.

Hal ini diketahui, panitia penyelenggara Bimtek dikuasai oleh oknum petinggi APDESI Kabupaten Kerinci. Seperti ketua Pelaksana Afrizal (Ketua APDESI Kabupaten Kerinci), Abd Rahman (Sekretaris APDESI).

Baca Juga:  Wako Ahmadi Tutup Secara Resmi Festival Seni & Budaya 9 Luhah Koto Baru 2022

Kedua petinggi APDESI Kabupaten Kerinci ini diduga kuat sebagai otak Bimtek yang anggarannya mencapai miliaran rupiah.

“Iya, dulu di Jambi mereka juga sebagai penyelenggara, diduga karena mereka merasa enak dengan keuntungan besar, jadi kali ini tidak ragu jadi panitia pelaksana lagi,”ujar sumber Explorenews.net, Selasa (28/6/2022).

Menurut sumber, setelah Bimtek satupun tidak ada efek yang didapatkan untuk masyarakat.”kalau para Kades, Sekdes Bimtek bisa ciptakan hal baru didesa itu lebih baik, ini hanya menghamburkan uang dan kesempatan untuk oknum oknum tertentu meraup keuntungan untuk apa?”ucap Sumber dengan nada kesal.

Sementara itu, Afrizal Ketua APDESI Kabupaten Kerinci yang juga sebagai ketua penyelenggara Bimtek saat dihubungi tidak ada balasan.

Baca Juga:  Ingat! Vonis Hanya 1 Bulan, 2 Galian C di Kabupaten Kerinci Disegel

Perlu diketahui, untuk bimtek disetor setiap Desa 7 juta, dengan jumlah Desa 285 dan 2 kelurahan

BAGIKAN :