Korban Perampokan Resmi Buat Laporan, Ini Kata Polres Kerinci

Explorenews.net – Warga Desa Pulau Rengas Kecamatan Bangko Barat kabupaten Merangin, Minggu (17/7) sekitar pukul 13.30 WIB, dibuat heboh karena menemukan seorang nenek pingsan di semak-semak pinggir jalan Bangko-Kerinci. Warga pun langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Merangin.

Sadisnya, korban seorang nenek lansia dibegal di wilayah Kerinci, dipukuli hingga, bibir bengkak, Kedua Mata bengkak, hingga babak belur, korban dikuras hartanya lalu dibuang dijalan.

Sementara itu, Kapolres kerinci
AKBP PATRIA YUDA RAHADIAN  Melalui Kasatreskrim Polres Kerinci Edi Mardi, saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa ada salah seorang warga Kerinci menjadi korban perampok dan di buang dijalan,”nenek tersebut bernama Sutiyah (67) warga bedeng 8 Kayu Aro Kerinci,”kata Kasat Reskrim polres Kerinci.

Baca Juga:  Kepengurusan UMKM Kota Sungai Penuh Masih Meraba raba, Siapa Ketua?

Ditambahkannya lagi, Pihak Kapolres Kerinci langsung mendatangi korban dan berkoordinasi untuk membuat laporan, “tadi sekitar jam 13.00 WIB, korban telah membuat laporan ke Polres Kerinci,”ujar Kasat Reskrim.

Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim juga menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa Nenek Sutiyah.
“Awalnya nenek Sutiyah bertemu 2 orang yang mencari rumah Anggota Dewan Adi Poernomo, kebetulan rumah korban berdekatan dengan anggota dewan tersebut, kedua pelaku mengajak nenek Sutiyah kedalam mobil, setiba dalam mobil pelaku Langsung menyekap, memukul dan mengancam korban. Para pelaku langsung merampas 2 gelang emas yang nilainya mencapai 110 juta rupiah,”ujar Kasat Reskrim.

Lebih Lanjut Kasatreskrim Polres Kerinci Edi Mardi, juga menjelaskan, pihak polres Kerinci sedang melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap kasus ini.

Baca Juga:  Wawako Antos : Diseminasi Audit Kasus Dapat Menurunkan Angka Stunting di Sungaipenuh

“Sudah melakukan proses penyelidikan dan memanggil para saksi”terangnya.

Kami juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh khususnya ibu-ibu yang hendak berpergian jangan memakai yang menyolok sehingga memancing tindakan kriminal.

“Kalau ke kondangan, shalat subuh, balai dan ke pasar usahakan tidak memakai perhiasan yang bisa memancing tindakan kriminal dan untuk selalu berhati-hati dalam beraktivitas,”himbaunya.

BAGIKAN :