Ingat! Vonis Hanya 1 Bulan, 2 Galian C di Kabupaten Kerinci Disegel

Explorenews.net KERINCI- Kian menjamur nya aktivitas penambangan material galian C tampa izin tentunya menimbulkan berbagai dampak buruk bagi daerah.

Terkait hal itu tiga lokasi Galian C yang berada di wilayah Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, terpaksa dilakukan penyegelan atau di Police Line oleh Polres Kerinci.

Ketiga lokasi galian C tanpa izin Produksi itu, masing-masing berada di Desa Ujung Ladang dan Siulak Deras Kecamatan Gunung Kerinci.

Penyegelan dilakukan polisi lantaran ketiga lokasi penambangan galian C yang berada di Kecamatan Gunung Kerinci tersebut selama ini diduga beroperasi tanpa izin resmi alias ilegal.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Kerinci, AKBP Patria Yuda Rahadian, melalui Kasat Reskrim Polres Kerinci, IPTU Edi Mardi saat dikonfirmasi media ini, Jum’at (12/8/2022).

“Ya, kita Satreskrim bekerjasama dengan Sabara dan lalu lintas telah melakukan penertiban aktivitas galian C. Selain lokasi, polisi juga menyegel Tiga unit alat berat excavator yang berada di lokasi galian C yang distop tersebut,” tegas Edi Mardi.

Baca Juga:  Wawako Antos : Diseminasi Audit Kasus Dapat Menurunkan Angka Stunting di Sungaipenuh

Diungkapkannya, dalam penertiban tersebut pihaknya menemukan tiga lokasi galian c tidak memiliki izin. Ketiga lokasi tersebut diamankan dengan memasang police line.

“Di tiga lokasi tersebut setelah dicek dokumennya tidak mempunyai izin. Yakni di Ujung Ladang pemiliknya adalah inisial KS dan di Siulak Deras inisial TW dan AM,” jelasnya.

Saat ini ujarnya, status perkara tersebut telah ditingkatkan ke penyidikan berdasarkan laporan polisi karena melakukan penambangan tanpa izin.

“Kita sampaikan bahwa di Kabupaten Kerinci terkait dengan kegiatan ilegal dan kebijakan Kapolda itu dilarang keras,” tegasnya.

Adapun proses yang telah dilakukan lanjutnya, yakni mengamankan lokasi dan barang bukti dilakukan police line.

Sementara pemiliknya dilakukan wajib melapor untuk proses penyidikan lebih lanjut. “Persoalan ini kita jerat pasal 158 UU nomor 3 tahun 2020 dengan hukuman di atas 5 tahun,” pungkasnya.

Namun perlu diketahui, kasus Galian C Ilegal di Kabupaten Kerinci pernah ada tersangka dengan hukuman hanya 1 bulan kurungan.

Baca Juga:  Pengurus DPW GARPU Provinsi Jambi dan DPD GARPU Kota Sungaipenuh Partai Nasdem Resmi Dilantik

Harus diingat, Proses hukum terdakwa kasus pertambangan illegal selesai. Terdakwa DC hanya divonis 1 bulan penjara, di Pengadilan Negeri Sungaipenuh pada waktu lalu.

Terdakwa berupa pidana penjara selama 1 bulan dan denda sebanyak Rp 5 juta, dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti dengan penjara selama 10 hari.

Dengan vonis yang hanya 1 bulan, sangat mengecewakan dan tidak sebanding dengan kerusakan lingkungan akibat Galian C Ilegal tersebut dan tidak ada efek jera bagi para pelaku galian C.

Nah, kali ini ada 2 galian C Ilegal yang pemiliknya masuk penyelidikan, apakah pelaku usaha galian C tersebut akan beruntung seperti tersangka galian C sebelumnya?

Menarik untuk disimak dan diikuti, 1 Bulan kurungan diduga pelaku bisnis galian C tidak merasa takut membuka dan bahkan melanjutkan bisnisnya.
Bahkan diduga masih banyak galian C Ilegal di Kabupaten Kerinci yang beroperasi dan belum ditutup.

BAGIKAN :