Diduga Status WhatsApp Zamhuri Ingin Menjatuhkan Calon Panwascam Kerinci

Explorenews.net -Polemik tes Panwaslu Kecamatan di Kabupaten Kerinci yang dinilai sarat dengan permainan curang dalam penentuan yang lolos 6 besar untuk mengikuti sesi wawancara kian hangat dibicarakan ditengah masyarakat dan kalangan aktifis Kerinci – Sungaipenuh.

Setelah sebelumnya pernah dipublis oleh beberapa media tentang adanya dugaan persekongkolan jahat dalam penentuan 6 besar, kali ini Zamhuri ketua Kelompok Kerja (Pokja) pembentukan Panwaslu Kecamatan terang terangan memposting nama titipan senior dari berbagai organisasi.

“Iya, Zamhuri begitu terang terangan memposting di stasus WhatsApp nya, nama nama titipan senior dari organisasi,”ujar Sumber, Rabu, (26/10/2022).

Sementara itu, Retno Desa Tebat ijuk, Kecamatan depati VII, salah seorang yang namanya dicatut dalam postingan status WhatsApp salah seorang Bawaslu Kabupaten Kerinci merasa dirugikan karena tidak mengenal dengan nama yang disandingkan.

Baca Juga:  Dinkes Kerinci Buka Pertemuan Publikasi Data Stunting Tahun 2022

“Saya mengklarifikasi bahwa saya tidak kenal dengan nama yang disandingkan, nama saya di snap wa dari salah satu anggota Bawaslu kabupaten,”ujarnya.

” Saya sangat merasa dirugikan seolah saya tidak fair dalam mengikuti seleksi Panwascam, demi Allah saya tidak kenal dg nama tersebut. Saya murni masuk seleksi secara Objektif,”tandasnya.

Bahkan tadi, Kata Retno, saya sempat menelepon Zamhuri, namun tidak diangkat, “Sekarang ini lagi pleno, jangan sampai ini ingin menjatuhkan saya untuk lulus panwascam,”tutupnya.

Zamhuri ketika dikonfirmasi via Ponsel mengenai status WhatsAapnya yang memuat nama – nama peserta tes panwaslu Kecamatan mengatakan bahwa status WA seseorang itu bebas, orang mau membuat apapun, dan dia mengatakan bahwa hal itu tidak perlu dipertanyakan.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Tukang, Pelatihan Jasa Konstruksi PUPR Kerinci Resmi Dibuka

“Status Uhang itu bebas, Uhang mau membuat status apapun itu tidak perlu dipertanyakan itukan hak,” ungkap Zamhuri.

Sementara itu, terkait penulisan nama Retno disamping salah seorang senior organisasi, Zamhuri saat dikonfirmasi, melalui pesan singkat WhatsApp, belum ada balasan.

BAGIKAN :