Nah!! Bermasalah, Noka Coffe Sebut Nama Polres Kerinci

Explorenews.net – Budaya Kota besar sepertinya sudah merambah di Kota Kecil Kota Sungai Penuh, Penyakit Masyarakat (Pekat) sepertinya tak bisa dibendung.

Viralnya berita terkait party Live Musik DJ di Noka Coffee beberapa waktu lalu sontak membuat masyarakat beraksi.

Mulai dari Lembah MUI Kota Sungai Penuh, Toko Adat Sungai Penuh, Mahasiswa, LSM dan kelurahan warga.

Sebab dari pengakuan pengunjung, saat ada Party Live Musik DJ aktivitas Pekat spontan terjadi.

‘saya melihat banyak wanita awalnya pakai jilbab dan berjaket, saat musik DJ dimulai, jaket lepas, tinggal baju mini yang terlihat, dengan iringan hentakan musik DJ ” ungkap salah seorang pengunjung kepada Media.

Ia juga tidak menepis ada peredaran minuman beralkohol, entah dari mana, yang terlihat dari pantauan, Noka Coffee tidak menyediakan menu Minuman beralkohol.

Baca Juga:  Terus Mengalir, Desa Koto Tebat Nyatakan Sikap Dukung Penuh

Tapi barang Illegal itu tetap bisa masuk ke arena tempat party Live Musik DJ di Noka Coffee.

Bukan hanya itu, bahkan sempat viral Noka Coffe Terkait banyak media yang memviralkan adanya aksi goyang goyang ataupun aksi DJ di Noka Coffe, sontak mereka menyebut telah selesai di Polres Kerinci.

“Untuk semua nya (media) sudah di selesaikan di polres”sebut pemilik Noka Coffe saat melakukan chat dengan awak media.

Sementara itu, pemilik Noka Coffe Irvan, saat dikonfirmasi , Jum’at, (10/3/2023), melalui via WhatsApp, terkait menyebut nama Pihak Polres Kerinci untuk menyelesaikan awak media, itu penggalan chat dari karyawan kami
Yang seharusnya ada lanjutan keterangan chat dibawahnya lagi.

Baca Juga:  Pemkot Sungaipenuh Buka 2.928 Formasi CPNS dan PPPK

“Untuk keterangan lebih lanjut
Yang dijelaskan oleh karyawan saya pada chat tersebut adalah bahwa sudah di mintai keterangan oleh pihak kepolisian,”ujar Irvan.

Sementara itu, Aktivis Kerinci Sungai Penuh, menyayangkan, Aktivitas Noka yang sempat viral dan sudah ditegur Tokoh adat setempat harus diberikan efek jera meskipun mereka sudah berjanji akan membuka dan menutup sesuai perjanjian yang ditandatangani.

“Harus ada efek jera, karena Kafe Noka Coffe teleh mencoreng adat istiadat setempat umumnya Kota Sungai penuh, bukan hanya itu, mereka malah berani membawa nama pihak Polres Kerinci,”ujar Wedi aktivis kerinci sungai penuh.

BAGIKAN :