Wahyuni Warga Kerinci di Malaysia Butuh Uluran Tangan Darmawan

Explorenews.net KERINCI,JAMBI – Kisah tragis dialami oleh Wahyuni Putri Yanti (28) warga Talang Lindung (Jujun) Kecamatan Keliling Danau, kabupaten Kerinci yang mengalami sakit lumpuh di Malaysia. Hal tersebut diketahui dari keterangan keluarga dekat Wahyuni yang ada di Kerinci maupun warga Kerinci yang ada di negeri Jiran.

Saat ini Wahyuni sudah 15 hari terbaring lemas di tempat tidur sembari menunggu uluran tangan dari beberapa warga Kerinci yang ada di malaysia untuk membantu pengobatan dan kepulangan Wahyuni.

“Anak saya (Wahyuni,red) baru beberapa bulan di malaysia, belum sempat bekerja dan mengumpulkan uang, ia sudah mendapatkan penyakit, dari pinggang hingga ke ujung kaki tidak bisa ia gerakkan dan hanya terbaring di tempat tidur, dan saat ini kami butuh bantuan untuk pengobatan dan memulangkan ia ke Kerinci ,” ujar orang tua Wahyuni kepada awak media, Minggu (3/9/2023).

Baca Juga:  Sebanyak 5 Ekor Sapi, KTLA Bagikan Daging Kurban untuk Masyarakat

Bekerja sebagai buruh tani di Kerinci, saat ini ia sama sekali tidak punya biaya untuk membawa anaknya pulang ke kampung halaman. Sebab membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Saat ini ia hanya bisa meminta sumbangan suka rela ke masyarakat Jujun, kecamatan Keliling Danau, kabupaten Kerinci.

“Saya sangat sedih, jangankan untuk biaya pulang, makan saja susah, saya harap ada orang yang ikhlas membantu untuk membawa anak saya pulang ke Kerinci,” ungkap orang tua Wahyuni.

Dengan kondisi yang memprihatinkan seperti itu, kerabat dekat Wahyuni mengambil inisiatif dengan membuka open donasi untuk membantu pengobatan dan kepulangan Wahyuni dengan cara transfer melalui bank BRI dengan nomor rekening 555601010285535 atas nama DESTARINA.

Baca Juga:  PD Muhammadiyah Kerinci Dikukuhkan, PJ Bupati Asraf: Ikut Andil Sukseskan MTQ

Dari informasi yang diperoleh, diketahui Wahyuni baru beberapa bulan merantau ke Malaysia untuk menyambung hidup, tapi malang, bukan mengumpulkan pundi – pundi ringgit seperti yang ada dibenaknya, namun diluar dugaan, ia tiba – tiba merasa kakinya tidak bisa digerakkan sebagaimana mestinya, persis seperti kelumpuhan. Saat ini ia sudah 15 hari terbaring di tempat tidur.

BAGIKAN :