Keren,,,,!!! Bumi Bambu, Homestay Nyaman di Tanah Surga

Explorenews.net – SUASANA asri ala pedesaan, langsung terasa ketika pertama kali menapakkan kaki di Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci.

Kicauan burung sesekali terdengar, mengiringi perjalanan menelusuri desa wisata yang berada di wilayah paling barat Provinsi Jambi ini.

Hawa sejuk menyelimuti tubuh, sesampainya di ujung desa di mana terdapat dedaun rimbun ribuan batang pohon bambu yang tumbuh, seolah-olah menjadi pagar hidup melindungi wilayah Desa Baru Semerah.

“Lokasinya di ujung desa pak. Jalan sekitar 200 meter lagi melewati hutan bambu, nanti sampai di area persawahan, Homestay nya ada di sana,”kata seorang petani sambil tersenyum ramah, menunjukkan arah jalan kepada para tamu.

Setelah melewati hutan bambu, mata seakan terhipnotis ketika melihat bangunan bambu yang sederhana namun sangat menarik dan estetik.
Terbelalak, begitu indah karya seni ciptaan makhluk tuhan yang dibangun di atas segepal tanah surga yang tercampak ke bumi.

Beratapkan ijuk, ditopang olah tiang-tiang penyangga dari bambu yang kokoh, bangunan Homestay sungguh sedap dipandang mata.

Dindingnya terbuat dari anyaman bambu berlapis pernis mengkilap, yang dianyam oleh tangan-tangan terampil pengrajin lokal Desa Baru Semerah.
Dari kejauhan saja, sudah terbayang bagaimana nyamannya ketika tidur dan bersantai bersama keluarga di bangunan berarsitektur klasik itu.

Namanya Bumi Bambu. Sebuah Homestay ini terletak di tengah-tengah keindahan alam Kerinci yang menakjubkan.
Dari hutan bambu yang hijau, sampai sawah nan menghampar luas, memancarkan pesona alam Kerinci yang khas.

Baca Juga:  Persatuan Kerinci di Malaysia Mendukung Penuh HTK Calon Bupati Kerinci

Di sekitar Bumi Bambu, tamu dapat menemukan sawah-sawah indah yang menawarkan pemandangan yang menakjubkan dan ketenangan yang luar biasa.

“Kami mencoba sebaik mungkin untuk memenuhi aspek arsitektur bambu secara ideal dan Back to Nature,”kata Candra Wasih, Ketua Bumdes Buluh Perindu Desa Baru Semerah, yang mengelola Homstay Bumi Bambu ini.
Katanya, konsep hunian ini tidak memaksakan bentuk yang tidak seharusnya dicapai oleh material natural seperti bambu, karena akan menjadi terlihat kaku dan kurang natural.
Dijelaskannya, Homestay Bumi Bambu saat ini masih dalam tahap pengembangan. Meskipun sudah banyak yang boking ingin menginap, namun sementara terpaksa ditolak.

“Kita maksimalkan dulu fasilitasnya, baru setelah itu kita berani menerima tamu. Kami tidak mau tamu kecewa, lantaran buru-buru tanpa persiapan,Untuk memanjakan pengunjung, pengelola juga menyiapkan pakaian tradisional jepang, yang bisa digunakan oleh tamu berswafoto, lengkap dengan samurai dan payung,”ucapnya.

Kendatipun demikian, Ican mengaku tidak bisa membatasi warga yang datang untuk berswafoto di bangunan bambu ini.

“Kalau hanya untuk swafoto kita perbolehkan. Kasihan juga sudah datang jauh-jauh namun kita larang,” tambahnya.

Lokasi Strategis
Homestay Bumi Bambu, memiliki lokasi strategis yang memudahkan tamu untuk mengakses berbagai tempat wisata populer di sekitarnya.

Bangunan ini memang dibangun di dalam area wisata hutam bamboo Buluh Perindu, yang merupakan wisata unggulan di Kabupaten Kerinci.
Dalam radius lima kilometer dari lokasi ini saja, juga terdahap beberapa objek wisata lainnya, seperti Danau Kerinci, Kolam Pertiwi, Pantai Ratu Sagindo, Pantai Pasir Panjang, Pantai Indah, sampai dengan Bukit Khayangan di Kota Sungaipenuh.

Baca Juga:  Lagi Ditemukan Kecurangan Merubah Hasil Pileg di Gunung Raya

Menariknya lagi, hunian bernuansa natural ini hanya berjarak satu kilometer dari Bandara Depati Parbo. Bahkan, pintu masuk bandara saling berhadapan dengan jalan menuju ke lokasi Homestay Buluh Perindu.
Bagi penghobi olahraga jalan kaki ataupun jogging, bisa menelusuri jalan setapak yang membentang membelah area pesawahan. Tamu akan merasakan kedamaian yang hanya bisa ditemukan di Bumi Bambu.

“Yang sudah jogging tentu sangat senang, karena mendapatkan jogging track yang alami menelusuri area persawahan,”ungkap Ican.

Sekdes Baru Semerah, Endi Suardani MH, mengatakan pihaknya terus mengupayakan pengembangan Homestay, yang diharapkan mampu menjadi pendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain Homestay lanjutnya, mak-mak dan remaja putri di Desa Baru Semerah juga sangat terampil membuat kerajinan dan souvenir dari bambu, sehingga ikut mendukung pengembangan wisata dan Homestay ini.

Di samping mengandalkan Dana Desa, pihaknya juga mengupayakan adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, untuk melakukan pengembangan.

“Kami mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah, baik kabupaten maupun dari provinsi. Kalau hanya mengandalkan dana desa tentu tidak bisa,”beber alumni pasca sarjana IAIN Kerinci.

Selama ini, pengembangan Homestay ini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah Kabupaten Kerinci. “Belum ada bantuan dari kabupaten. Jalan saja kami bangun sendiri,”pungkasnya. (Eja)

BAGIKAN :