Perusakan Merajalela, BBTNKS Dinilai Tidak Konsistensi dengan Peraturan

Explorenews.net -Penambangan emas, Perladangan ilegal dan logging liar di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) terpantau masih terjadi di dalam kawasan lindung taman nasional.

Perusakan yang terjadi bertahun tahun tersebut semakin meluas, hutan menjadi gundul, efek jera untuk para pelaku tidak pernah muncul. Sehingga Masyarakat kabupaten kerinci harus menerima dampak gundulnya hutan, Hujan sedikit terjadi kebanjiran hingga Longsor.

Efek jera untuk para pelaku perusak lingkungan/hutan TNKS hanya himbauan yang seolah olah tidak ditakuti para pelaku.

“BBTNKS dinilai tidak menegakkan bagi mereka yang melakukan perusakan hutan TNKS,”ujar Ketum LSM Geransi Arya, Minggu (2/6/2024)

BBTNKS seharusnya melakukan tindakan keras kepada para pelaku, agar ada efek jera. Bahkan para pelaku PETI di muara emat yang sempat ditangkap dibebaskan.

Baca Juga:  Survey Voxpol Center untuk Pilkada Kerinci 2024 Keluar, Cek Hasilnya Disini!

“Sesuai himbauan BBTNKS tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan diancam dengan pidana penjara 15 Tahun dan denda 10 Miliar, Melanggar Pasal 17 Undang undang No 18 Tahun 2013. Seharusnya benar benar ditegakkan,”tandasnya.

Sementara itu, Pihak Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat, Nurhamidi saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp, terkait penegakan pasal undang undang perusakan hutan untuk para pelaku hingga berita ini ditulis belum ada jawaban.

BAGIKAN :