Kegaduhan STIA NUSA, Adu Kuat Yayasan Vs DIKTI LLDIKTI

Explorenews.net — Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Nusantara Sakti (STIA-NUSA) Sungai Penuh Kerinci merupakan salah satu lembaga pendidikan yang didirikan wujud dari aspirasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan lanjutan jenjang pendidikan tinggi di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

Di bawah Yayasan Pendidikan Tinggi Sakti Alam Kerinci, STIA Nusantara Sakti Sungai Penuh lahir sebagai bentuk komitmen dalam mencetak sumber daya manusia yang profesional, mandiri dan memiliki daya saing secara global. STIA NUSA adalah kampus administrasi, satu-satunya yang ada di Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Kampus yang mempunyai Dua Program Studi yaitu Administrasi perkantoran Diploma III dan Ilmu Administrasi Publik SI. STIA NUSA Terakreditasi B.

Namun komitmen ingin mencetak sumber daya manusia yang profesional bakal sirna akibat dari kegaduhan internal STIA NUSA, dari dugaan ingin merubah Yayasan milik keluarga, pemecatan terhadap Dosen, munculnya dualisme, dan 7 bulan Dosen dan Tenaga Administrasi belum nerima gaji.

Pengakuan, Ketua STIA Nusa Kampus 1 Mat Ramawi, Rabu (19/6/2024), STIA dari Kementerian Pendidikan kebudayaan riset dan teknologi RI dan LLDIKTI Wilayah X  Sumbar Riau Jambi Kepri mengakui bahwa STIA NUSA berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Tinggi Sakti Alam Kerinci (YPTSA NYSA).

Baca Juga:  Satu satunya Putra Terbaik 3 Dusun Maju Sebagai Bakal Calon Walikota Sungaipenuh.

“STIA NUSA cuma satu tidak ada dua, hanya ada yg mengklaim sebagai pimpinan STIA,”tambah Ketua STIA Nusa.

Tentang Dosen dan Tenaga Administrasi STIA NUSA yang hampir 7 bulan belum terima gaji. ” Gaji dosen yg ngajar di kampus 1 sudah dibayar,”kata Mat Ramawi.

Bukan hanya itu, kata Ketua STIA NUSA Sungai Penuh-Kerinci, Dosen yang tidak mau ikut dengan Peraturan yayasan tentu tidak bisa dibayar gajinya.

“Dosen yang tidak mau ikut dengan Peraturan yayasan gajinya tidak bisa dibayar, Dan ada 4 dosen yang sudah diberhentikan oleh Yayasan, dan dokumen SK pemberhentiannya bisa kita minta pada yayasan,”ucap Mat Ramawi.

“Adapun Dosen yang sudah diberhentikan oleh pihak yayasan Edwin Bustami, Dany Al Sunnah, Beni Setiawan, Eliyusnadi,”tutupnya.

Baca Juga:  Pamer Potensi Daerah Menarik Investor, PJ Bupati Asraf Hadiri Rakernas APKASI.

Disamping itu, Mantan Ketua STIA NUSA Sungai Penuh-Kerinci Eliyusnadi, saat dikonfirmasi, menyampaikan, tentang kisruh internal STIA NUSA Sungai Penuh-Kerinci telah selesai sebenarnya, dan kami telah dipanggil KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI, RISET, DAN TEKNOLOGI Jakarta.
Semua sudah dijelaskan disana. Bahkan mereka telah turun ke Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh melihat langsung ke kampus 2 STIA NUSA.

“Sudah selesai, teguran dan sanksi akan diterima STIA NUSA jika tidak melakukan perbaikan administrasi struktur,”ujarnya.

Lebih lanjut kata Eliyusnadi, Akibat dari kesombongan/ego keberhasilan yayasan mengalihkan yayasan masyarakat menjadi yayasan keluarga dan tidak patuh/ tidak menjalankan rekomendasi mentri reset dan teknologi atau dikti lldikti maka dikti memberikan sanksi berat kepada stia.

“Akibat niat jahat dan kesombongan ego,dan rencana ingin mengalihkan yayasan masyarakat ke yayasan keluarga dan tidak patuhnya menjalankan Rekomendasi menteri reset dan teknologi, maka DIKTI LLDIKTI memberikan sanksi berat ke STIA NUSA Sungai Penuh-Kerinci,”tutup Eliyusnadi.

BAGIKAN :